
Para peserta kegiatan pelatihan berfoto bersama Kepala Laboratorium Terpadu FST UINSU, Narasumber, dan Wakil Dekan I FST UINSU Medan (depan kiri)
Medan, 5 Juni 2026
Civitas akademika Biologi UINSU yang terdiri atas beberapa dosen, laboran dan asisten laboratorium mengikuti kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Lab. Terpadu Fakultas Sains dan Teknologi UINSU Medan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Juni 2026 di Lab. Mikrobiologi dengan tema “Keselamatan Kerja dalam Menggunakan Biosafety Cabinet, Laminar Air Flow, dan Fume Hood”.
Pelatihan yang dimoderatori oleh Sisi Dirasari, S.Si., dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Bapak Dr. M. Ridwan, M.Ag. menghadirkan narasumber dari PT. Esco Utama yaitu bapak Roy Johannes Sihaloho. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi dan memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan civitas akademika Biologi UINSU dalam mengoperasikan serangkaian alat Laboratory cabinet. Beberapa alat Laboratory cabinet yang dijelaskan yaitu Biosafety Cabinet, Laminar Air Flow, dan Fume Hood

Narasumber dari PT. Esco Utama memaparkan materi kegiatan
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan perbedaan dan urgensi penggunaan alat-alat lab tersebut. Meski tampak serupa, Laminar Air Flow (LAF) dan Biosafety Cabinet (BSC) memiliki tujuan perlindungan yang sangat berbeda. LAF hanya melindungi sampel, sementara BSC melindungi sampel, operator, dan lingkungan. LAF diutamakan untuk menangani sampel non patogenik sedangkan BSC khusus untuk sampel yang bersifat patogenik. Meskipun tidak aman untuk bahan patogen, LAF tetap menjadi alat wajib di laboratorium karena memberikan perlindungan terbaik untuk menjaga sampel dari kontaminasi udara luar.
Berbeda dengan LAF dan BSC, Fume Hood merupakan alat yang dirancang untuk melindungi pengguna dari paparan gas beracun, uap kimia berbahaya, asap, dan debu pekat akibat reaksi kimia. Pada kegiatan ini tak lupa narasumber juga memberikan penjelasan saat kapan sebaiknya menggunakan alat-alat tersebut dan cara merawat alat tersebut agar tetap berfungsi optimal. Memahami prinsip kerja dan risiko dari tiap alat menjadi sangat penting untuk diterapkan agar pengujian maupun penelitian berjalan aman dan hasil yang diperoleh tetap valid.

Narasumber berfoto bersama seluruh peserta kegiatan di akhir sesi kegiatan
Pada akhir kegiatan, Kepala Laboratorium Terpadu FST UINSU Medan bapak Abdul Halim Hasugian, M.Kom menyampaikan apresiasi peran aktif seluruh peserta kegiatan dan menekankan agar seluruh peserta kegiatan dapat menerapkan prinsip-prinsip keselamatan kerja selama menggunakan alat-alat laboratorium. Melalui kegiatan ini juga diharapkan civitas akademika Biologi UINSU mampu mengoperasikan peralatan laboratorium dengan aman dan bertanggung jawab.
![]()
